Tahun Ketiga Madiun Custom Heroes

freedomportal.id, 02/12/2019, 08:10 WIB

JATIM – Tahun ketiga Madiun Custom Heroes (MCH) berhasil membuat para penggemar motor dan pencinta musik rock Madiun tercengang. Pasalnya pada tahun ketiga ini para panita MCH mampu mendatangkan para biker dari Jawa hingga Bali.

Ketua Panitia Madiun Custom Heroes, Dhimas Kencana mengatakan Madiun Custom Heroes atau lebih akrab disingkat MCH digelar karena sepinya sebuah acara yang berbau seni dan juga acara motor custom di Madiun. Sedangkan pada tahun 2006 silam di Madiun sendiri masih sering dijumpai acara kontes motor modifikasi.

“MCH ini muncul memang atas dasar itu, tidak dipungkiri di Madiun akhir-akhir ini memang sepi acara, apalagi acara-acara kontes motor yang dulu sering diadakan di kalangan sekolah, seperti SMA 4 Madiun dan juga SMA 6 Madiun. Sedangkan di kota yang berada di Jawa Timur ini juga banyak terdapat para pelaku custom motor, atas dasar mengapresiasi mereka MCH muncul,” kata Dhimas.

Kata Dhimas nama MCH sendiri adalah bentuk apresiasi terhadap para pahlawan yang dulunya gugur dalam peperangan untuk mewujudkan kemerdekaan. Menurutnya, para pemuda khususnya di Madiun mempu memiliki semangat yang sama dengan para pahlawan tersebut.

“MCH itu selain untuk ajang silahturahmi antar biker, kami para panitia juga ingin menanamkan semangat veteran-veteran tersebut kepada anak muda, tapi bukan berarti kita harus perang. Para pemuda itu harus berjuang layaknya pahlawan demi untuk mencapai impiannya masing-masing dan sesusai bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa MCH sangat ingin menjadi wadah bagi para pemuda untuk berkreasi di bidangnya masing-masing. Ia juga mengatakan bahwa MCH sendiri sangat membuka pintu bagi para pemuda yang ingin bergabung dan berkreasi.

“Waktu hari H acara itu [15-16 November lalu] kami juga menyediakan beberapa space untuk para pelaku usaha, seperti coffee shop, jajanan ringan, dan juga penjual makanan. Hal itu kami lakukan karena kami ingin mendukung para pelaku usaha khususnya anak muda untuk bisa dikenal lagi di Madiun,” ujarnya.

Sementara itu dari sudut pandang penonton, salah satu penonton dan juga pecinta Seringai, Winanda atau lebih akrab disapa Kumon, sangat bahagia ketika mendengar band rock idolanya tersebut datang ke Kota Gadis. Kumon sudah sangat lama menantikan momen-momen ini.

“Dulu waktu saya masih SMA kalau mau nonton Seringai ya harus ke luar kota dulu seperti Solo, Yogyakarta, ataupun kota-kota besar lainnya. Sempat nggak percaya sih kalau Seringai bakal kesini [Madiun] tapi keajaiban itu memang benar adanya,” kata Kumon.

Kata Kumon acara seperti MCH sangat patut untuk diacungi jempol karena berkat panitia MCH dirinya bisa menyaksikan Seringai tanpa dipungut biaya sama sekali. Kendati demikian ia berharap kedepannya detail acara MCH bisa lebih variatif lagi.

“Mungkin kedepannya bisa lebih variatif lagi ya karena acara kemarin rame gara-gara ada Seringainya jadi banyak penonton yang kurang paham apa itu MCH dan apa itu motor custom. Secara keseluruhan MCH sudah sangat bagus dan semoga tahun depan bisa lebih bagus dan bintang tamunya bisa lebih oke lagi,” tuturnya.

Dari pihak MCH pun meminta maaf jika dalam acara yang digelar pada 15 hingga 16 November kemarin masih terdapat banyak kekurangan. “Kami dari panitia mohon maaf jika MCH masih jauh dari kata sempurna. Kita sendir masih belajar dalam masalah exhibition dan lain-lain. Kami dari panitia juga sangat membuka pintu bagi para bikers yang ingin memberi masukan serta kritik, harapan kami di tahun berikutnya kami bisa bekerja lebih baik lagi,” tutup Dhimas. (Kiki LUqman) 

 

 


@2020 www.freedomportal.id