MADIUN ARTNENG NDI?

freedomportal.id, 24/09/2018, 07:10 WIB

Terlihat salah satu pengunjung sedang berpose di depan karya Madiun Artneng Ndi - Kiki luqman

Berawal dari perasaan gusar atas kurangnya acara berbau seni di Madiun, Sego Jotos Zine melangsungkan acara bertajuk ‘Madiun Artneng Ndi’. ‘Madiun Artneng Ndi’ sukses diselenggarakan pada Minggu (23/9) di warung The Bunker. Acara yang berhasil menarik perhatian dari beberapa komunitas ini berlangsung pada 15.00-22.00 WIB.

Johan Kancut selaku panitia mengatakan bahwa ‘Madiun Artneng Ndi’ merupakan sebuah gerakan dari orang-orang yang bergerak di bidang kreatif seperti tatto, ilustrasi, musik,skateboard, dan sablon. . “Kelompok-kelompok seperti mereka ini kan jarang dapet wadah buat berkarya, makanya kami dari ‘Sego Jotos Zine’ nyoba jadi wadah untuk mereka,” tambah Johan. Sedangkan nama ‘Madiun Artneng Ndi’ sendiri mempunyai arti seni di Madiun itu dimana dan mau kemana?

Sedangkan Sego Jotos Zine kedepannya akan mencetak zine bermaterikan 100 karya yang ikut berpartisipasi di “Madiun Artneng Ndi” serta akan mempersiapkan tema untuk acara berikutnya. Memang, akhir-akhir ini acara seni di Madiun sangat ‘minim’ dan amat sangat jarang, hal itu dirasakan oleh Gemma Faustina sekalu pengunjung dan pembuka lapak kecil-kecilan di acara yang berlangsung meriah ini.

“Pergerkan seni di Madiun itu sudah sangat jarang sekali, mungkin karena alasan itu acara-acara seperti ini akan tetap ada meskipun jarang. Menurutku, acara barusan ini sangat keren dan bagus, bisa jadi tempat ketemu temen lama sama mengobati rasa rindu akan adanya acara seni di Madiun,” ujar Gemma.

Mencoba bersikap adil terhadap pegiat seni, Sego Jotos Zine tidak hanya mengundang para seniman dari bidang ilustrasi serta musik saja, mereka juga ikut mengundang Anak-Anak Imut Kreatif Taman Baca Jahitan yang menampilkan pertunjukan seni dibidang tari serta seniman Handpoke tatto dari luar kota.

Seniman tersebut bernama Aditya Dias asal Salatiga. Dias berkata bahwa di kota asalnya acara seni layaknya ‘Madiun Artneng Ndi’ rutin digelar dua minggu sekali dan peminatnya terbilang banyak. “Madiun itu sebenernya punya pegiat seni yang keren-keren, semoga wadah atau acara seperti ini akan rutin ada tiap tahunnya, kalau bisa ya tiap bulan hahaha,” katanya.

Dias juga menambahkan bahwa dengan acara seperti ini lah seniman tatto seperti dirinya bertahan, ia berharap acara-acara keren seperti ini akan semakin banyak dan tidak mati. “Madiun keren!,” tutup Dias. (Kiki luqman)


@2020 www.freedomportal.id