PELARUNGAN ALBUM ‘SPLITUAL’ MARSMOLYS BERSAMA KAVALERI

freedomportal.id, 02/10/2018, 07:03 WIB

Penampilan Marsmolys dalam acara Pelarungan Album Splitual yang berlokasi di Sangat Coffee, Yogayakarta. (Kiki Luqman)

Minggu (30/9) kemarin, dua band asal Yogyakarta Marsmolys serta Kavaleri resmi merilis album bertajuk Splitual. Album split ini berisikan enam lagu, masing-masing band menyumbangkan tiga komposisi lagu. Untuk Marmolys sendiri menyumbangkan karya diantaranya ialah Ladywitch Blues, Hard Lesson to Learn, dan terakhir Contemplation : Rest In Fuzz.

Lalu sisanya ada lagu-lagu karya Kavaleri yaitu Persetan, Fatamorgasme, dan Mampus kau di koyak-koyak seni. “Jadi sebenernya kita milih nama Splitual kan gara-gara ini album split dan kita juga pingin pake konsep ritual, ya akhirnya kita gabung dua kata itu jadilah Splitual,” ujar Arda Awigarda selaku vokalis Kavaleri.

Arda juga menambahkan bahwa proses album yang dibandrol seharga Rp.55.000,00 ini memakan waktu satu tahun. Setelah berbulan-bulan tertunda setidaknya setengah tahun dan bergantian menyortir waktu luang untuk merampungkan berbagai elemen album, akhirnya Splitual dapat dan pantas untuk diperkenalkan ke khalayak luas.

Acara yang bertajuk Gelaran Musik Dalam Rangka Pelarungan album Splitual ini belangsung pada pukul 18.30-00 WIB berlokasi di Sangat Coffee. Upacara pelarungan juga ikut dimeriahkan oleh band-band sangar yaitu, Temaram, Half Eleven PM lalu Duo Beringas nan Sopan.

Marmolys sendiri adalah sebuah band trio yang memadukan suasana band-band terdahulu seperti Black Sabbath, Pink Floyd, dan Graveyard. Band yang berdiri di tahun 2016 ini digawangi oleh Antino Restu Aji (gitar, vokal), Dede Cipon (Bass), Adam Yudha Nugraha (drum).

“Sebenernya band ini terbentuk gara-gara kami jenuh kalau ngerjain tugas kuliah terus\nge-gambar terus. Akhirnya kami ya bikin band dan kebetulan aku sama Cipon satu kampus. Awal bikin sih pingin kayak The Black Keys,” ujar Antino Restu Aji yang lebih akrab disapa Tino.

Pertemuan antara Tino dengan Cipon di Institut Seni Indonesia (ISI) merupakan awal terbentuknya Marsmolys. Pada awal berdiri sebenarnya Adam sang penggebuh drum tidak termasuk anggota band, lalu penggebuh drum awal memutuskan untuk berhenti dari band dan dilanjutkan oleh Adam Yudha yang identik dengan ketukan-ketukan agresif.

Tino juga mengaku bahwa masuknya Adam berawal dari penampilan Marsmolys di salah satu acara yang berlokas di ISI. Setelah itu Adam merasa tertarik oleh band yang sudah pernah meluncurkan single bejudul Cosmic Still ini. lalu seiring masuknya Adam, lagu Marsmolys semakin bertambah dan akhirnya dapat menyumbang tiga lagu di album Splitual bersama Kavaleri.

Dari segi lirik, band yang sering dikategorikan Psychedelic rock asal Jogja Selatan ini selalu bertemakan tentang Ketuhanan, “kalau dari segi lirik kami pasti make tema-tema tentang Ketuhanan dan mungkin itu yang bikin kami bisa split sama Kavaleri, mereka juga ngangkat tema religius juga tapi mereka pake konsep horor,” ungkap Tino ketika kami temui di acara Pelarungan album Splitual.

Sebagai musisi Marsmolys mengaku bahwa sebelum membuat lagu pihaknya selalu memposisikan bahwa mereka adalah penonton, hal itu dilakukan agar mereka dapat mengkoreksi apakah karya mereka bakal diterima atau tidak oleh penonton. Namun cara itu dilakukan tanpa mengurangi jati diri dari Marsmolys sendiri.

“Kedepannya kami pingin tour, ya main-main ke kota lain yang belum pernah Marsmolys samperin, ya doain kedepannya karya kami tambah bagus. Termikasih juga buat temen-temen yang bantuin di acara ini, makasih banyak,” Tutup Tino. (Kiki Luqman)


@2020 www.freedomportal.id